Damai bersamamu!
Anak-anaku yang tercinta, Aku adalah Ratu Damai dan Ibu Yesus. Aku menginginkan perubahanku. Anak-anaku, Aku ingin menghimbau kamu untuk hidup dalam kasih sesama anda. PutraKu Yesus adalah kasih. Jika kamu mencintai, maka kamu akan memiliki Yesus di hatimu. Doakanlah, doakanlah, doakanlah. Berdoalah
Rosario Suci. Rosario ini merupakan doaku yang paling disukaimu.
Anak-anaku, berikanlah kepadaku penderitaanmu. Ibu tidak menginginkan kesedihan di wajahmu, tetapi kebahagiaan. Ketahuilah bahwa mereka yang milik PutraKu Yesus seharusnya tidak pernah sedih. Bawalah kebahagiaan suci Allah kepada semua manusia.
Kamu adalah cahaya Allah di dunia ini penuh kegelapan. Aku mengundangmu untuk bersatu dengan PutraKu Yesus dalam kasih, kebahagiaan dan damai. Doakanlah dan jaga diri, karena TuhanKu ingin melihat kamu waspada, sadar dan jaga diri, karena waktu damai dan kedatangan Kedua-Nya mendekati padamu. Aku mengundangmu untuk mencintai. Aku memberkatiku semua: Dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin. Sampai jumpa!
Sebelum pergi, Perempuan Suci menambahkan:
Aku ingin mendidikmu dalam jalan Kesucian, tetapi biarlah diri kamu dipimpin oleh Aku.
Pada 01.12.96
Damai bersamamu!
Aku adalah Ratu Damai. Anak-anaku yang tercinta, cintailah sesama anda, cintailah sesama anda, cintailah sesama anda. Hidup dalam kasih dan bawalah kasih kepada saudara-saudaramu. Bukalah hatimu untuk PutraKu Yesus. Anak-anaku, pada waktu advent ini Aku mengundangmu untuk berdamai dengan Allah. Aku mencintaimu dan memberikanku damaimu. Berdengarlah dalam kasih dan damaimu. Aku memberkatiku semua: Dalam Nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Amin. Sampai jumpa!
Seseorang bertanya kepadaku mengapa Bunda mengambil waktu lebih lama dengan aku dalam penampakan-Nya jika di Medjugorje penampakannya tidak kurang dari beberapa menit? Dia bertanya itu karena dia tidak tahu bagaimana menjawab banyak pertanyaan yang ditujukan padanya oleh orang-orang yang tidak percaya yang mempertanyakan durasi penampakan. Ketika Bunda berbicara dengan aku, Aku memberitahunya tentang hal tersebut, dan Ia menjawab:
Semua adalah karunia dan Hadiah dari Allah. Dia menyebarkan karunianya sesuai kehendak-Nya. Ini adalah keinginan-Nya agar demikianlah, jadi hanya terimalah saja.